Fadzkuruni


فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

So remember Me, and I will remember you;
and be thankful to Me; and be you not ungrateful towards Me.

Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu;
dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Al-Qurʾan 2:152

Kutiba Alaykum


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌۭ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍۢ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌۭ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishosh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Robb kamu dan suatu rahmat. Siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. [QS.2:178]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. [QS.2:183]

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [QS.2:216]

Tiga ayat di atas adalah kewajiban bagi orang-orang beriman yang harus dilakukan ketika telah datang waktunya. Jika ada yang terbunuh, maka wajib untuk menegakkan qishosh. Jika telah sampai bulan Romadhon, maka wajib berpuasa. Jika musuh-musuh Alloh telah sampai di bumi kaum muslimin, maka wajib berperang dan dilarang untuk mundur. Jangan hanya berdakwah soal wajibnya berpuasa, tetapi qishosh dan qital adalah juga kewajiban, yang derajatnya sama karena menggunakan redaksi yang sama, "kutiba alaykum". Jangan sembunyikan perintah kewajiban-kewajiban itu dari orang-orang yang beriman, karena akibatnya adalah laknat Alloh dan ancaman neraka.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنَّٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتَٰبِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Alloh dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati. [QS.2:159]

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًا ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ إِلَّا ٱلنَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Alloh, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Alloh tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [QS.2:174]

Syirik Demokrasi


Kebenaran Dari Alloh Bukan Dari Suara Mayoritas.

وَقُلِ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّآ أَعْتَدْنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا۟ يُغَاثُوا۟ بِمَآءٍۢ كَٱلْمُهْلِ يَشْوِى ٱلْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Robbmu; maka siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zholim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al-Kahfi 18:29)

Bagaimana demokrasi menjadi sistem dalam menyekutukan Alloh?

Dalam din Islam, wewenang menetapkan hukum ada pada Alloh. Sedangkan dalam din Demokrasi, wewenang menetapkan hukum ada pada suara rakyat mayoritas.

“Dan Dia tidak menyertakan seorangpun dalam hukum-Nya”. (Al-Kahfi: 26)
“Dan apa yang kalian perselisihkan di dalamnya tentang sesuatu, maka putusannya (diserahkan) kepada Alloh”. (Asy-Syura: 10)
“Kemudian bila kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh dan Rosul, bila kalian memang beriman kepada Alloh dan Hari Akhir”. (An-Nisaa: 59)
“(Hukum) putusan itu hanyalah milik Alloh”. (Yusuf: 40)
“Dan putuskan di antara mereka dengan apa yang telah Alloh turunkan dan jangan ikuti keinginan-keinginan mereka, serta hati-hatilah mereka memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Alloh turunkan kepadamu”.(Al-Maaidah: 49)
“Dan bila kamu mentaati mayoritas orang yang ada di bumi, tentulah mereka menyesatkan kamu dari jalan Alloh”. (Al-An’am: 116)
“Dan tidaklah mayoritas manusia itu beriman, meskipun kamu menginginkannya”. (Yusuf: 103)

Din Demokrasi menjamin bahwa rakyat memiliki hak untuk bebas memilih. Jika rakyat mayoritas memilih kekafiran dan kemusyrikan, maka itulah kebenaran mereka. Jika rakyat mayoritas memilih pemimpin kafir, maka pemimpin kafir itulah yang akan menjadi pemimpin mereka. Pemimpin kafir memang harus dijegal, tetapi din Demokrsi juga harus dibinasakan karena menyeret kebanyakan muslim menjadi MUSYRIK. Syirik tetap syirik walau dalam keadaan darurat. Dosa besar (kaba-ir) dapat diampuni Alloh, tetapi syirik kekal di neraka tanpa ampunan Alloh.

Syahidnya Sang Komandan



Sebagaimana Alloh ta'ala berfirman: "Diantara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Alloh. Dan diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya)." (Qs. Al-Ahzab: 23).

Ikhwan anshor Daulah Islam di Nusantara kembali berduka setelah salah seorang komandannya dipastikan telah gugur dalam pertempuran melawan tentara penjaga berhala. Beliau adalah Abu Wardah Rohimahulloh komandan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Ia telah menyusul Abu Autad (Daeng Koro) rohimahulloh yang telah mendahuluinya gugur dalam pertempuran yang heroik di daerah Parigi Mutong. Mereka berdua telah menunaikan janjinya kepada Alloh untuk terus bertempur hingga tetes darah yang terakhir. Mereka adalah laki-laki yang jujur, demikian kami menyangkanya, dan cukuplah Alloh sebagai penghisab.

Abu Wardah Rohimahulloh mujahid yang paling dicari thoghut Indonesia akhirnya gugur pada 12 syawal 1437H di desa Tamborana, Poso. Beliau gugur setelah selama empat tahun lebih memimpin gerilya para mujahidin melawan thoghut di dalam hutan Poso. Tidak sedikit kerugian yang telah ditimpakan oleh Abu Wardah rohimahulloh kepada thoghut negeri ini selama empat tahun memimpin jihad di hutan Poso.

Dan kini Abu Wardah Rohimahulloh telah gugur menepati janjinya, namun jihad belumlah usai di negeri ini. Keangkara-murkaan thoghut dalam menindas para muwahhidin belum berhenti di negeri ini. Umat ini menantikan kehadiran para laki-laki jujur yang berjiwa kesatria yang bisa menjadi pelipur lara dan penyejuk mata bagi umat ini. Yaitu, mereka yang rela menceraikan dunia dan siap mengorbankan jiwanya untuk membela kehormatan dien dan umat ini. Mereka adalah para lelaki yang lahir dari buah dakwah tauhid yang menjadikan jihad sebagai jalan perjuangan dan mari syahid sebagai cita-cita tertingginya.

SUNGGUH UMAT INI TIDAK MEMERLUKAN PARA LELAKI YANG BERTERIAK JIHAD DALAM DUNIA MAYA NAMUN IA TIDAK HADIR DALAM JIHAD DI DUNIA NYATA. Satu laki-laki seperti Abu Wardah Rohimahulloh lebih ditakuti oleh musuh Alloh daripada seribu laki-laki berjenggot dengan celana cingkrang namun mereka meninggalkan jihad. Maka sekaranglah saatnya para Ikhwan Anshor Daulah Islam untuk tampil menjadi laki-laki jujur dalam kancah jihad di negeri ini. Sungguh kita tengah memasuki era kemenangan dan kejayaan, maka tampillah menjadi pemain dan jangan puas menjadi penonton.

Wahai para lelaki, bangkitlah kalian mengikuti jejak Abu Wardah Rohimahulloh! Dan para muwahid mujahid pendahulunya seperti Imam Samudra, juga bahkan Imam Kartosuwiryo.

Selamat jalan sahabat, selamat jalan Komandan, selamat jalan Ya Rohimahulloh!

Dua Jalan



Posting dari channel AtTawbah, https://telegram.me/AtTawbah

Jalan Kehinaan: Demonstrasi, hanya jadi bahan olokan
Jalan Kemuliaan: Jihad Fisabilillah, ditakuti lawan disegani kawan

Syirik Dan Bid'ah Merusak


الٓمٓصٓ۝ كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌۭ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ۝ ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ۝ [ القرآن / 7 الأعراف #1-3 ]

Alif laam mim shaad.۝ Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.۝ Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).۝ [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 7 Al-A'roof #1-3 ]

فَرِيقًا هَدَى وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلالَةُ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ [ القرآن / 7 الأعراف #30 ]

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaithon-syaithon pelindung (mereka) selain الله, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 7 Al-A'roof #30 ]

Sesungguhnya orang yang melakukan kemusyrikan maka dia itu telah meninggalkan tawhid, karena tawhid dan syirik itu adalah dua hal yang bertentangan yang tidak bisa bersatu. Jika syirik dilakukan, seperti orang menyembelih untuk tumbal sebagai sesajian, atau memohon permintaan bukan kepada الله tetapi kepada kuburan/pesugihan/keramat, atau lebih mengutamakan perintah-perintah selain الله dari perintah/seruan الله, atau membuat undang-undang atau memutuskan dengan selain hukum الله atau merestui hukum buatan manusia atau tunduk dan loyal kepadanya, atau mengikuti dan setuju dengannya, maka tawhidnya lenyap, dia bukan seorang muslim lagi, tapi dia orang musyrik yang telah menyekutukan الله dengan tandingan lainnya bisa berupa sesembahan, perintah, dan juga hukum.

فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالأمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ [ القرآن / 003 آل عمران #20 ]

Bila mereka menghujjah kamu, maka katakanlah: "Saya serahkan wajah saya hanya kepada الله dan begitu juga orang yang mengikutiku menyerahkan wajahnya kepada الله saja". [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 003 Aali-'Imroon #20 ]

Andad adalah kata jamak daripada nidd yang artinya tandingan, maksudnya di sini adalah sesuatu yang memalingkan kamu dari Islam (tawhid), dan ini bisa berbentuk harta, isteri, anak, pekerjaan/bisnis, majikan/atasan, suku/adat atau tanah air.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ [ القرآن / 2 البقرة #165 ]

Dan di antara manusia ada yang menjadikan andad selain الله, mereka mencintai andad-andad itu seperti mereka mencintai الله. Dan orang-orang yang beriman adalah amat cinta kepada الله. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 2 Al-Baqoroh #165 ]

فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ [ القرآن / 2 البقرة #22 ]

Janganlah kamu menjadikan andad selain الله sedangkan kamu mengetahui. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 2 Al-Baqoroh #22 ]

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ [ القرآن / 4 النساء #60 ]

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Thaghut itu. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 4 An-Nisaa' #60 ]

Kufur dan syirik adalah amalan yang akan membuat pelakunya kekal abadi di dalam adzab api hitam الله di neraka tanpa ada pengampunan sedikitpun. Maka solusi agar bisa selamat dari ancaman adzab الله yang teramat keras dan dahsyat di dunia dan di akhirat, adalah: taubat nasuha yang diikuti amalan sholeh, ingkari mereka para pelaku kufur dan syirik, bersikap tegas dan keras terhadap mereka, berikan mereka hujjah yang berasal dari الله (Al-Qur'an) dan RosulNya (As-Sunnah). Lalu jika mereka melawan dengan permusuhan dan penangkapan dan penculikan dan pembunuhan maka perangilah mereka.

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًۭا [ القرآن / 25 الفرقان #71 ]

Dan orang-orang yang bertawbat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertawbat kepada الله dengan tawbat yang sebenar-benarnya. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 25 Al-Furqoon #71 ]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةًۭ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ۝ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ۝ [ القرآن / 66 التحريم #8-9 ]

Hai orang-orang yang beriman, bertawbatlah kepada الله dengan tawbatan nasuhaa (tawbat yang semurni-murninya). Semoga Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika الله tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu'min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".۝ Hai Nabi, jihadi orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam. Dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.۝ [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 66 At-Tahriim #8-9 ]

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ [ القرآن / 9 التوبة #24 ]

Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari الله dan Rosul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai الله mendatangkan keputusan-Nya". Dan الله tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 9 At-Tawbah #24 ]

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ فَقَٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَٰنِ كَانَ ضَعِيفًا [ القرآن / 4 النساء #76 ]

Orang-orang yang beriman berperang di jalan الله, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thoghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaithon itu, karena sesungguhnya tipu daya syaithon itu adalah lemah. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 4 An-Nisaa' #76 ]

Itulah peperangan antara tawhid dengan syirik dan kufur, perang yang akan selalu terjadi sepanjang masa hingga kehidupan di alam dunia ini berakhir. Tidak ada tempat selain Jannah dan Neraka. Juga tidak ada pilihan lain diantara pilihan menjadi mu'min atau pilihan menjadi kafir, sedangkan mereka yang musyrik dan munafik dengan sendirinya terseret menuju kekufuran. Jalan menuju Jannah telah jelas hanya satu yaitu jalan الله (sabilillah), sedangkan jalan-jalan lain akan menyeret manusia menuju neraka. Hai orang-orang yang beriman, jalanilah jalan الله ini, atau sunatullah akan terjadi, yaitu kalian akan diganti dengan kaum yang lain.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ۝ إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًۭٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ۝ [ القرآن / 9 التوبة #38-39 ]

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan الله" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.۝ Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya الله menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. الله Maha Kuasa atas segala sesuatu.۝ [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 9 At-Tawbah #38-39 ]

Perginya Ilmu



Ulama-ulama pengusung tawhid dan jihad banyak yang diwafatkan oleh الله. Ada juga yang mereka dipenjarakan oleh musuh-musuh الله. Ada juga yang mereka telah pergi hijrah. Lalu dengan siapa orang-orang beriman yg lemah di negeri ini akan berpayung di bawahnya?

عن ابن عباس ، في قوله تعالى : أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا سورة الرعد آية 41 قال : موت علمائها . وللبيهقي من حديث معروف بن خربوذ ، عن أبي جعفر ، أنه قال : موت عالم أحب إلى إبليس من موت سبعين عابدا .

Ibnu Abbas Ra. berkata tentang firman Allah: "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?" (QS. Ar-Ra’d ayat 41). Beliau mengatakan tentang (مِنْ أَطْرَافِهَا = dari tepi-tepinya) adalah wafatnya para ulama.

مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

"Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama." (HR. ath-Thabarani dalam Mu’jam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda).

خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ ” ، قَالُوا : وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَالَ:إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ

"Ambillah (pelajarilah) ilmu sebelum ilmu pergi." Sahabat bertanya: "Wahai Nabiyullah, bagaimana mungkin ilmu bisa pergi (hilang)?" Rasulullah saw. menjawab: "Perginya ilmu adalah dengan perginya (wafatnya) orang-orang yang membawa ilmu (ulama)." (HR. ad-Darimi, ath-Thabarani no. 7831 dari Abu Umamah).

إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يترك عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hambaNya, tetapi mencabut ilmu dengan mencabut para ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan satu ulama, maka manusia mengangkat pemimpin-pemimpin bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan." (HR. Bukhari no. 100).

Mari kita menjadi generasi penerus berikutnya, sebagaimana yang dikutip oleh Imam al-Ghazali dari Khalifah Ali bin Abi Thalib ra.:

إذا مات العالم ثلم في الإسلام ثلمة لا يسدها الا خلف منه

"Jika satu ulama wafat, maka ada sebuah lubang dalam Islam yang tak dapat ditambal kecuali oleh generasi penerusnya." (Ihya ‘Ulumiddin juz 1 halaman 15).

Jangan Tunda



Al-Hayat Media Center pada selasa (24/11/2015) merilis video berjudul No Respite. Dengan animasi-animasi yang diolah secara profesional, ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi media di Daulah Islamiyyah telah bertambah maju dengan cepat. Membuktikan kematangan perjuangan dalam memanfaatkan teknologi khususnya teknologi media sebagai salah satu senjata ampuh.

Allah Mensyari'atkan Jihad di Jalan-Nya Untuk Meninggikan Kalimat-Nya


بسم الله الرحمن الرحيم

Allah Ta’ala telah mensyari’atkan jihad di jalan-Nya untuk meninggikan Kalimat-Nya, sedangkan Kalimat-Nya itu tidak akan unggul kecuali dengan apa yang telah Dia kabarkan dan Dia arahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Di mana tidak ada jalan untuk ‘izzah Islam dan keberkuasaan-Nya kecuali dengan jalan yang telah Allah wajibkan atas umat ini, dan tidak mungkin mengada-ada jalan lain selain jalan ini.

Dan barangsiapa dengan akalnya yang terbatas mengira bahwa ia bisa menjayakan dienullah ta’ala dengan selain penumpahan darah, maka dia telah melecehkan para Nabi dan Rasul dan para sahabat mereka serta para tabi’in.

Di mana darah para nabi itu adalah darah paling mahal dan paling mulia di muka bumi ini, dan ilmu mereka itu tidak bisa ditandingi oleh ilmu manusia lainnya, serta akal mereka itu adalah akal yang paling cemerlang, sehingga seandainya ada jalan lain selain konfrontasi fisik tentu mereka sudah menempuhnya, akan tetapi Allah Ta’ala telah menetapkan bahwa jihad itu adalah jalan satu-satunya, dan bahwa konfrontasi fisik dan pertarungan itu mesti dilakukan demi kebaikan umat manusia.

Darah para nabi dan rasul telah ditumpahkan di atas jalan ini, supaya kaum mu’minin mengetahui bahwa jalan ini sulit dan bayarannya juga mahal, dan supaya tidak pelit seorangpun dengan darahnya sedang dia melihat darah para nabi telah ditumpahkan, yang mana hal itu mendustakan setiap orang yang mengklaim bahwa ada jalan selain jihad untuk kebangkitan umat dan kebaikan bumi.

Sesungguhnya jihad di jalan Allah dan memerangi musuh-musuh Allah itu adalah obat bagi banyak penyakit, Allah Ta’ala berfirman:

{وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لاَ أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ} (التوبة : 12)

“Dan jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (At Taubah: 12).

Dan berfirman:

قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ (التوبة : )29

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (At Taubah: 29).

Dan berfirman:

{وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ} (التوبة : 39)

“Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah: 39).

Dan berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ} (التوبة : 123)

“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah: 123).

Dan berfirman:

{وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ} (البقرة : 193)

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah…” (Al Baqarah: 193).

Dan berfirman:

{قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ * وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ} (التوبة : 14-15)

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At Taubah: 14-15).

Dan berfirman:

{ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ} (محمد : 4)

“Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain…” (Muhammad: 4).

Dan berfirman:

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ} (محمد : 31)

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Muhammad: 31)

Dan berfirman:

{فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَاللّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنكِيلاً} (النساء : 84)

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).” (An Nisa: 84).

Dan berfirman:

{وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ} (الشورى : 39)

“Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.” (Ash-Shuraa: 39).

Dan berfirman:

{فَإِذَا انْسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ} (التوبة : 5)

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.” (At Taubah: 5).

Ini adalah ayat pedang yang me-nasakh (menghapus) hukum asal interaksi dengan orang-orang kafir, dan ayat ini menjadikan kemashalahat -yaitu segala kemashlahatan- itu terdapat pada sikap memerangi mereka di mana saja mereka berada.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ الله، وَأَنَّ مُحَمَّدا رَسُولُ اللّهِ. وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ. فَإِذَا فَعَلُوا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا. وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللّهِ“.

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadati selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mereka mendirikan shalat dan mereka menunaikan zakat, kemudian bila mereka telah melakukan hal itu maka mereka telah menjaga dariku darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka itu atas Allah ‘Azza wa Jalla.” (Muttafaq ‘Alaih, hadits mutawatir).

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ بالسَّيْفِ، حتى يُعبدَ اللهُ وحدَه لا شريك له، وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلّ رُمْحِي، وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat sampai Allah Ta’ala sajalah yang diibadati lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan rizki-ku dijadikan di bawah bayangan tombakku, sedangkan kehinaan dan kenistaan dijadikan atas orang yang menyelisihi perintahku.” (Shahih diriwayatkan oleh Ahmad, dan ia ada dalam Shahih Al Jami’).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dengan pedang, dan diperintahkan untuk berperang untuk mewujudkan tujuan tauhid di muka bumi dan untuk menghancurkan kekuatan kebatilan dan kemusyrikan.

Dan seandainya ada jalan lain selain penumpahan darahnya -ayah dan ibuku sebagai tebusannya shallallahu ‘alaihi wa sallam- tentu Allah telah mengarahkannya kepada jalan itu, dan tentu Dia sudah memerintahkannya demi menjaga darahnya yang suci shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bagaimana bisa jalan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu jihad, sedangkan jalan umatnya dan para pengikutnya itu “Jalan Damai”!!

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk memerangi kelompok-kelompok manusia yang banyak dalam rangka mewujudkan keadilan di muka bumi, dalam rangka mengukuhkan Al Haq dan dalam rangka melenyapkan kezaliman. Sedangkan hal ini tidak bisa terwujud kecuali dengan perang.

Ibnu Hajar rahimahullah di dalam “Al Hikam Al Jadirah Bil Idza’ah” menulis:

“Dan yang nampak adalah bahwa di dalam Al Qur’an itu ada empat pedang: pedang terhadap kaum musyrikin sampai mereka masuk Islam atau ditawan, kemudian setelah itu mereka dilepaskan cuma-cuma atau dilepaskan dengan tebusan, dan pedang terhadap kaum munafiqin, yaitu pedang untuk menghajar kaum zanadiqah, di mana Allah telah memerintahkan untuk menjihadi mereka dan bersikap kasar kepada mereka di dalam surat Bara-ah, surat At Tahrim dan surat Al Ahzab, dan pedang terhadap Ahli Kitab sampai mereka menunaikan jizyah, dan pedang terhadap Bughat, yang disebutkan di dalam surat Al Hujurat, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum menghunuskan pedang ini di saat beliau hidup, namun Ali radliyallahu ‘anhu-lah yang menghunuskannya di masa kekhilafahan-nya dan beliau berkata: “Akulah orang yang mengajari manusia memerangi Ahli Kiblat..”

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memiliki pedang-pedang lain, di antaranya: pedangnya terhadap orang-orang murtad, yang beliau sabdakan:

“من بدّل دينه فاقتلوه”

“Siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.”

Dan pedang ini telah dihunuskan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu setelah wafat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada masa kekhilafahannya terhadap suku-suku arab yang murtad.

Dan di antaranya juga pedang beliau terhadap Mariqin, yaitu ahli bid’ah seperti Khawarij, di mana telah sah dari beliau perintah untuk memerangi mereka walaupun para ulama berselisih prihal kekafiran mereka. Dan mereka itu telah diperangi Ali radliyallahu ‘anhu di masa kekhilafahannya padahal beliau mengatakan:

“Sesungguhnya mereka itu bukan orang-orang kafir…” Dan telah diriwayatkan dari Ali radliyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memerangi Mariqin, orang-orang yang melanggar janji dan orang-orang yang jahat. Dan Ali telah membakar sekelompok orang-orang zanadiqah.” (Selesai penukilan dari Ibnu Hajar).

Jihad itu memiliki banyak hikmah lain yang telah dikumpulkan sebagiannya oleh para ulama, Al Imam Al ‘Izz Ibnu Abdissalam berkata di dalam “Ahkam Al Jihad wa Fadlailuhu”:

Amalan paling utama setelah iman kepada Allah adalah jihad di jalan Allah; di karenakan di dalamnya terdapat penghancuran musuh-musuh Allah, pembersihan bumi dari mereka, pelepasan tawanan kaum muslimin dari tangan mereka, penjagaan darah, harta, para wanita dan anak-anak kaum muslimin, dan pensejahteraan kaum muslimin dengan apa yang Allah karuniakan kepada mereka berupa tanah-tanah orang-orang kafir dan harta-harta mereka, serta pensejahteraan para istri dan anak-anak mereka.

Oleh sebab itu Allah membesarkan di dalamnya pahala orang yang mengejar dan yang dikejar dari kaum muslimin, orang yang menang dan yang kalah, serta orang yang membunuh dan yang terbunuh, dan di dalamnya Allah menghidupkan orang-orang yang terbunuh setelah kematian mereka, serta menggantikan bagi mereka dari kehidupan yang mereka korbankan karena-Nya dengan kehidupan abadi yang tidak bisa diceritakan sifatnya oleh orang yang menceritakan dan tidak bisa diketahui oleh orang yang mengetahui.

Dan begitu juga tatkala mereka meninggalkan keluarga dan tanah air, maka Allah memberikan tempat bagi mereka di sisi-Nya, dan membuat mereka senang dengan kedekatan dari-Nya sebagai pengganti teman yang mereka cintai yang mereka tinggalkan karena-Nya!

Maka alangkah bahagianya orang yang telah meraih pahala yang besar ini di sisi Ar Rabb Al Jalil, sedangkan hal itu hanyalah didapatkan oleh orang yang berperang di jalan Allah supaya Kalimat Allah-lah yang tertinggi dan supaya kalimat orang-orang kafir itu yang rendah.” (Selesai).

Ini adalah sebagian faidah jihad yang telah Allah Ta’ala sebutkan di dalam Al Qur’an, yang telah Allah Ta’ala janjikan atasnya pahala yang banyak.

Sedangkan semua pahala dan kedudukan ini hanyalah diperuntukkan bagi mujahidin: yang demikian itu dikarenakan begitu pentingnya jihad itu di dalam kehidupan umat, dan dikarenakan jihad itu adalah tameng umat dan bentengnya yang kokoh yang menghalangi masuknya para perusak yang datang dari luar dan dari kegoncangan di dalam.

Sehingga urusan umat ini tidak bisa tegak lurus kecuali dengan jihad, dan tidak ada ‘izzah dan tamkin baginya kecuali dengan jihad, sedangkan segala kehinaan, kebinasaan dan kenistaan itu ada pada sikap meninggalkan jihad di jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” إِذَا ضَنَّ النَّاسُ بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ ، وَاتَّبَعُوا أَذْنَابَ الْبَقَرِ ، وَتَرَكُوا الْجِهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَتَبَايَعُوا بِالْغَبْنِ أنزل اللَّهُ عَلَيْهِمْ ذُلا فَلَمْ يَرْفَعْهُ عَنْهُمْ حَتَّى يُرَاجِعُوا دِينَهُمْ “

“Bila manusia pelit dengan dinar dan dirham, dan mereka berjual beli dengan cara ‘inah (satu macam riba), dan mereka mengikuti ekor-ekor sapi dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah Ta’ala memasukan kepada mereka kehinaan yang tidak akan diangkat dari mereka sampai mereka kembali kepada dien mereka.”(Ahmad, Ath Thabraniy dalam Al Kabir, dan Al Baihaqiy di dalam Syu-abil Iman, dan dishahihkan oleh Al Albaniy di dalam Shahih Al Jami’).

Abu Ayyub Al Anshariy berkata di dalam hadits perang Kostantinopel sebagai tafsiran bagi firman Allah Ta’ala:

{وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ} (البقرة : 195)

“…Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (Al Baqarah: 195).

فالإلقاء بالأيدي إلى التهلكة أن نقيم في أموالنا ونصلحها وندع الجهاد

“Menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan adalah kita tinggal di tengah harta-harta kita dan mengurusinya serta kita meninggalkan jihad.” (Diriwayatkan oleh tiga imam dan dishahihkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al Hakim juga Al Albaniy di dalam As Silsilah Ash Shahihah).

Dan dari Tsauban dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau besabda:

يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل ومن قلة نحن يومئذ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم وليقذفن الله في قلوبكم الوهن فقال قائل يا رسول الله وما الوهن قال حب الدنيا وكراهية الموت

“Hampir tiba saatnya di mana bangsa-bangsa mengerumuni kalian, sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni nampannya,” maka seseorang berkata: Apa karena kami sedikit hari itu? Beliau menjawab:”Justeru kalian itu banyak saat itu, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan sungguh Allah benar-benar akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa segan dari kalian dan Allah benar-benar akan memasukkan wahn ke dalam hati kalian”, maka seseorang berkata: Wahai Rasulullah apa wahn itu? Beliau berkata: Cinta dunia dan benci kematian.” (Riwayat Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Al Albaniy).

Dan dari Abu Bakar radliyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bahwa beliau berkata:

“ما ترك قوم الجهاد إلا عمهم الله بالعذاب ”

“Tidak satu kaum-pun meninggalkan jihad melainkan pasti Allah menimpakan adzab secara merata atas mereka.” (Diriwayatkan oleh Ath Thabraniy di dalam Al Ausath, dan dihasankan oleh Ibnu An Nuhas Ad Dimyathiy di dalam Mashari’u Al-‘Usyaq

“Tidak satu-pun ahli bait yang masuk cangkul kepada mereka melainkan mereka pasti hina.” (Shahih: Shahih Al Jami’).

Pengamatan yang jeli terhadap hadits-hadits yang lalu itu memberikan kesimpulan padamu tentang rahasia kehinaan umat ini serta kelemahan dan kenistaan yang menimpa mereka. Di mana meninggalkan jihad, cenderung kepada dunia, kecintaan terhadapnya serta kebencian terhadap kematian di jalan Allah Ta’ala adalah penyakit kronis yang menghantarkan umat ini kepada kondisi yang dialami hari ini.

Dan lihatlah pensifatan yang menakjubkan dari Nabi yang ma’shum shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keadaan umat ini di zaman ini dan apa yang dialami oleh manusia:

“يأتي على الناس زمان قلوبهم قلوب الأعاجم ، ما آتاهم الله من رزق جعلوه في الحيوان ، يعدون الصدقة مغرماً، والجهاد ضرارا“

“Sungguh benar-benar akan datang kepada manusia suatu zaman; yang mana hati mereka itu hati orang-orang ‘ajam; cinta dunia, kebiasaan mereka itu kebiasaan orang-orang badui pedalaman, rizki apa saja yang datang kepada mereka maka mereka menjadikannya pada hewan, mereka menganggap zakat itu hutang dan (menganggap) jihad itu dlarar (bahaya).” (Isnadnya jayyid, para perawinya tsiqat; As Silsilah Ash Shahihah 3357).

Dan apa yang kita lihat dari realita kita dan apa yang kita saksikan serta kita dengar di media dan lewat lisan banyak para ulama, para pencari ilmu dan kalangan awam bahwa madlarat jihad itu lebih besar dari meninggalkannya, adalah bukti kebenaran sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al Albaniy berkata di dalam As Silsilah Ash Shahihah dalam rangka mengkomentari hadits ini: “Ia adalah di antara bukti kebenaran dan kenabian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana di dalamnya terdapat hal ghaib yang telah terbukti di zaman ini. Wallahul Musta’an.” (Selesai).

Sesungguhnya di dalam perang itu terdapat banyak mashalahat yang hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang mengetahuinya, bahkan hatta di dalam memerangi kaum muslimin itu terdapat mashalahat yang unggul padahal penghati-hatian dari hal itu sangat dasyat:

{وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ} (الحجرات : 9)

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah kembali, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Al Hujurat: 9).

Perang di sini datang dalam rangka mendamaikan perselisihan supaya sebagian manusia tidak aniaya kepada sebagian yang lain, sedangkan ini adalah di antara kaum muslimin, maka bagaimana bila kekafiran telah semena-mena di muka bumi: apakah masih ada orang yang komentar?

Allah Ta’ala telah mewajibkan perang di jalan-Nya karena banyak sebab; sebagiannya telah Dia sebutkan di dalam Kitab-Nya, dan telah ada lewat lisan Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam, dan para ulama-pun mengambil banyak kesimpulan dari faidah-faidah dan hikmah-hikmah jihad.

Di mana di antara yang paling agung dan paling besar dari tujuan-tujuan jihad itu adalah: Pemberlakuan syari’at Allah di muka bumi supaya keadilan merata, ketundukkan seluruhnya bagi Allah, kekafiran hancur lebur, dan kezaliman berhenti. Dan ini tidak bisa terwujud kecuali dengan kedaulatan syari’at

Sesungguhnya manusia itu sangat tidak mampu untuk mendatangkan undang-undang dan aturan-aturan yang merealisasikan keadilan di tengah masyarakat, karena manusia itu ditabi’atkan di atas sifat dzalim dan egoisme, dan mereka itu sangat tidak bisa untuk mengatur kehidupan manusia, dan lihatlah penetapan yang mengagumkan ini dari Allah Ta’ala dalam hal ini:

{وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ} (المؤمنون : 71)

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya…” (Al-Mu’minun: 71).

Tidak satu-pun mampu untuk membuat undang-undang yang adil lagi akurat yang bisa membenahi kehidupan manusia kecuali Pencipta manusia Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui, dan Allah Ta’ala telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertahakum kepada syari’at-Nya sebagai pengakuan atas penghambaan mereka kepada-Nya dan sebagai bentuk perealisasian pada Uluhiyyah-Nya di dalam hati mereka, sehingga tidak tegak lurus ubudiyyah kepada Allah (kecuali dengan pemberlakuan hukum-Nya) dan pentahkiman syari’at-Nya.

{وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَهٌ وَفِي الأَرْضِ إِلَهٌ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ} (الزّخرف : 84)

“Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Az-Zukhruf: 84).

Sehingga tidak pantas kita menjadikan Allah sebagai ilah di langit dan dien itu di hati, kemudian kita malah menjadikan tuhan-tuhan selain Allah di bumi yang menetapkan undang-undang bagi kita, ini adalah syirik uluhiyyah yang mana Allah Ta’ala tidak akan menerima amalan bersamanya:

{إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيما} (النساء : 48)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisa: 48).

Sesungguhnya umat ini memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh umat sebelumnya, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Dan aku diutus kepada seluruh umat manusia.” Sebagaimana di dalam hadits shahih:

 فُضِّلْتُ عَلَى الأَنْبِيَاءِ بِخَمْسٍ : فَأُرْسِلْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً

“Aku diunggulkan di atas para nabi dengan lima hal: Aku diutus kepada manusia seluruhnya..” (Shahih Al Jami’ 4221)

Dan umat ini adalah saksi terhadap umat-umat yang lain:

{وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ} (البقرة : 143)

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia…” (Al Baqarah: 143)

Wasath di sini adalah umat pilihan dan yang adil, bukan seperti apa yang diartikan oleh sebagian orang bahwa wasathiyyah itu maknanya adalah sikap absen dan berat diri dari melakukan jihad dan mencampakkan aqidah al wala dan al bara, serta kecintaan dan kebencian karena Allah. Ibnu Katsir berkata di dalam Tafsirnya:

“Dan Wasath di sini adalah pilihan dan terbaik, sebagaimana dikatakan:Quraisy adalah bangsa arab yang paling wasath nasabnya dan negerinya, yaitu paling baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wasath di tengah kaumnya, yaitu yang paling mulia nasabnya.

Dan contoh makna ini adalah Ash Shalat Al Wustha yang merupakan shalat yang paling utama yaitu shalat ‘ashar, sebagaimana di dalam kitab-kitab Shahih dan yang lainnya. Dan tatkala Allah telah menjadikan umat ini sebagai umat yang wasath (pilihan), maka Dia memberikan keistimewaan dengan syari’at yang paling sempurna, manhaj yang paling lurus dan madzhab yang paling jelas.” (Selesai)

Umat ini adalah umat terbaik yang dikeluarkan kepada manusia yang Allah Ta’ala berikan keistimewaan dengan Nabi terbaik, Kitab terbaik dan para sahabat terbaik. Dan keterpilihan ini adalah bersifat mendunia sampai Allah mewarisi bumi ini dan seisinya, sedangkan kemenduniaannya ini menuntut penyebaran dakwahnya dan pelenyapan seluruh rintangan yang ada di hadapannya.

Keterpilihannya ini menuntut pelenyapannya terhadap segala kezaliman di muka bumi; dengan hujjah, bayan, pedang dan tombak sampai tidak tersisa kecuali perintah Allah, hukum-Nya dan keadilan-Nya, dan sampai Allah saja yang diibadati lagi tidak disekutukan dengan apapun.

Inilah pesan umat Islam, di mana ia adalah pesan yang wajib lagi harus yang tidak bisa digugurkan oleh undang-undang, adat lokal atau adat internasional atau adat seluruh dunia, karena urusan ini adalah syar’iy rabbaniy ilahiy samawiy.

Dan begitu Allah mewajibkan perang; maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung mengirim pasukan-pasukan dan brigade-brigade ke timur dan ke barat, ke utara dan selatan memerangi manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya, dan dari kezaliman agama-agama bumi menuju cahaya Islam, serta dari kesempitan dunia menuju kelapangan dunia dan akhirat.

Maka terbuktilah penaklukan-penaklukan di masa kenabian, kemudian di masa khulafa rasyidin, dan kaum muslimin terus senantiasa menaklukan negeri-negeri dengan pedang dan menaklukan hati manusia dengan hujjah, sampai datanglah akhir masa Dinasti Utsmaniyyah yang mana sebagian para sultan-nya mengganti hukum-hukum syari’at (dengan hukum barat).

Sehingga terjadilah kezaliman yang dipungkas dengan kelemahan, dan mulailah masa pelepasan sistem khilafah Islamiyyah yang berakhir lewat tangan anak seorang wanita yahudi yang masuk ke tengah lingkungan Islamiy dengan label Nasionalime Tauraniyyah Jahiliyyah.

Dan di antara keistimewaan umat ini adalah bahwa ia itu umat mujahidah yang keras terhadap orang-orang kafir, lagi kasar dan pemenggal leher-leher mereka seraya membenci mereka karena Allah Ta’ala.

Dan seandainya satu generasi dari kaum muslimin menanggalkan keistimewaan-keistimewaan ini, maka sesungguhnya Allah Ta’ala pasti menggantinya dengan generasi lainnya, sebagaimana yang telah Allah Ta’ala kukuhkan di dalam firman-Nya:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ * إِلاَّ تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} (التوبة : 38-39)

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Taubah: 38-39).

Umat ini telah ditimpa adzab (siksaan) lewat tangan musuh-musuhnya dengan sebab ia berleha-leha dan betah dengan dunia dan kehinaan. Barangsiapa tafrith (teledor) di dalam menolong agama Allah dan di dalam jihad di jalan-Nya, maka Allah pasti akan menggantikannya.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لاَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} (المائدة : 54)

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Al Maidah: 54).

Dan berfirman:

{وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لاَ يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ} (محمد : 38)

“…Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (Muhammad: 38).

Dan bisa jadi kita hari ini hidup di masa penggantian generasi kehinaan, silmiyyah, pertengahan dan moderat yang dingin lagi lemah yang absen dari jihad serta malas-malasan (digantikan) dengan generasi yang masih muda yang berjihad, yang perkasa lagi pemberani yang suka berperang lagi hobi menyembelih lagi suka meledakkan diri lagi suka menteror yang suka menghajar lagi tidak takut ucapan orang yang suka mencela.

Sesungguhnya perang yang tujuannya bukan tahkim syari’at Allah dan bukan tamkin dien-Nya di muka bumi adalah bukan jihad di jalan Allah, sedangkan tidak ada tamkin bagi dienullah dan tidak ada pemberlakuan hukum-Nya sesuai apa yang dituntut secara syar’iy kecuali dengan jihad di jalan Allah. Di mana dua hal itu saling keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Oleh sebab itu, barangsiapa menginginkan pemberlakuan syari’at di muka bumi tanpa perang, maka dia itu wahim (mengigau), dan barangsiapa berperang demi nasionalisme, atau kebangsaan atau demokrasi atau negara madaniy atau hidup saling toleransi dengan orang-orang kafir atau demi kemanusiaan, maka dia itu orang bodoh yang menyia-nyiakan agama dan kehidupannya.

Di mana dengan jihad maka umat ini menjadi hidup, dan dengan pemberlakuan syari’at maka meratalah keadilan di muka bumi.

Dan setiap undang-undang yang menyelisihi syari’at Allah lagi menggugurkan hukum-Nya -walaupun nampak tepat- maka ia itu kezaliman dan murni keburukan walaupun dianggap baik oleh manusia.

Dan setiap jalan untuk perbaikan di zaman ini selain kekuatan, perang dan jihad, maka ia itu adalah jalan yang tertutup lagi terputus walaupun dianggap lurus oleh manusia, dan seandainya di sana ada jalan untuk pembenahan bumi selain jalan jihad tentulah Allah telah menunjukkannya kepada kita dan menjaga darah hamba-hamba-Nya dan wali-wali-Nya yang beriman.

Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan bahwa jihad itu adalah jalan satu-satunya untuk pembenahan umat manusia di masa-masa ketersesatan dan penguasaan kezaliman, yang demikian itu dikarenakan setan dan wali-walinya tidak mungkin membiarkan kaum mu’minin melakukan pembenahan bumi setelah pengrusakannya.

Sehingga kejahatan ini harus dibungkam dengan kekuatan Al Haq yang bersifat materi dan ma’nawi. Alangkah indahnya ucapan Ibnu Taimiyyah rahimahullah di saat berkata:

(قوام الدين: كتاب يهدي وعدل يعمل به وحديد ينصر{وكفى بربك هاديا ونصيرا} (مجموع الرسائل

“Tegaknya dien ini adalah (dengan) Kitab yang membimbing, keadilan yang diamalkan serta besi yang melindung (Dan cukuplah Rabb-mu sebagai Pembimbing dan sebagai Penolong).” (Majmu’ Ar Rasa-il)

Sehingga dua hal dari hal-hal itu tidak bisa membenahi tanpa ada yang ketiga (besi).

Wallahu A’lam.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat seluruhnya.

_____________________

dabiq/abu sulaiman al arkhabiliy

Jihad Is The Way


Inilah jawaban bagi yang berkata: Saya setuju menegakkan Islam secara menyeluruh, tetapi mengapa dengan kekerasan?

Perkataan ini biasanya dilontarkan dari orang-orang yang berhati lembut dan baru mulai ditumbuhi benih-benih iman, tetapi merasa gamang karena kekerasan dan peperangan yang sering terjadi. Semoga Allah memberikan cahaya hidayah dan menuntun mereka menuju jalan yang Allah ridhoi, walau mungkin bukan jalan yang mereka inginkan.

Islam adalah ajaran yang diajarkan oleh Allah Robb seluruh manusia melalui Rosul-RosulNya, kemudian dicontohkan implementasi jalannya oleh para RosulNya, dan diikuti oleh orang-orang yang beriman. Islam bukan ajaran yang apa menurut kata hati manusia, bukan ajaran yang apa menurut akal-akalan manusia, bukan ajaran yang memenangkan seluruh kaum manusia walau sebagian kaum itu menentang Allah. Dengan Islam Allah memenangkan orang-orang yang beriman dan mengalahkan orang-orang yang tidak beriman terutama yang selalu menentang Allah. Dengan Islam Allah menjaga keamanan dan kedamaian orang-orang yang beriman, dan memberi peringatan serta menghukum di alam dunia para pendusta, para penghalang, para penentang, yang telah Allah ajarkan untuk manusia.

Selalu ada yang tak ingin Dinullah Islam berjaya di muka bumi Allah. Islam adalah Dinullah yang meliputi segala aspek kehidupan manusia, termasuk juga dalam hal hukum, ekonomi, sosial, militer, kekuasaan, hingga kenegaraan. Negara Islam adalah hal yang paling dikhawatirkan kebangkitannya oleh para musuh-musuh Allah. Karena dengan Negara Islam maka ummat Islam akan bersatu karena iman dan menjadi kuat di bumi Allah, tanpa dibatasi kesukuan dan kebangsaan nasionalisme, sebagai bukti kemenangan Dinullah atas din-din syaithon. Maka para musuh-musuh Allah selalu berusaha membuat makar untuk meredam dan memadam kebangkitannya, dari dulu hingga sekarang. Lalu bagaimanakah caranya agar Islam dapat kembali bangkit? Allah telah memberikan jalan solusi bagi orang-orang yang beriman, tinggal kita yang mau istiqomah atau tidak di jalan Allah itu.

Jika ingin Islam kembali bangkit, maka ketahuilah dulu Islam yang sebenarnya. Jika ingin mengetahui apa itu Islam yang sebenarnya, maka pelajarilah seluruh ayat-ayatNya tanpa memilih-milih apa yang disukai dan yang tidak, lalu pelajari apa yang telah diarahkan RosulNya dalam berislam, lalu jalani arahan Rosulullah itu bersama-sama dengan mereka yang hanif menjalaninya juga.

الٓمٓصٓ۝ كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌۭ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ۝ ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ۝ [ القرآن / 007 الأعراف #001-003 ]

Alif laam mim shaad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 007 Al-A'roof #001-003 ]

Mengapa dengan kekerasan? Karena Rosullah mengajarkan untuk berkasih sayang kepada sesama mu'minin dan bersikap keras kepada kafirin, dan itu diikuti oleh para sahabatnya. Tapi kenapa pilihannya adalah dengan sikap keras? Karena orang-orang kafir tidak akan pernah ridho atas kemenangan Islam. Karena jika Islam menang maka sistem-sistem thowaghit akan jatuh tumbang dengan hina. Karena batu cadas penghambat kemenangan Islam tidak akan menjadi lumpur jika disiram air, maka diperlukan kekuatan godam untuk menghancurkannya. Banyak ulama-ulama suu' yang mengajarkan untuk berlemah lembut, walau kepada orang kafir sekalipun, tetapi sungguh Allah telah memberikan keterangan. Maka siapakah yang akan diikuti? Firman Allah atau para ulama suu' itu?

مُّحَمَّدٌۭ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًۭا سُجَّدًۭا يَبْتَغُونَ فَضْلًۭا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًۭا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةًۭ وَأَجْرًا عَظِيمًۢا [ القرآن / 048 الفتح #029 ]

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 048 Al-Fath #029 ]

Banyak bagian dari kaum muslimin yang masih bingung dengan konsep pemisahan kafir dzimmi dan kafir harbi. Kafir dzimmi adalah orang-orang kafir yang dilindungi darah serta hartanya, dan mereka berada di dalam kekuasaan Daulah Islam. Sedang kafir harbi adalah orang-orang kafir yang selalu menghalangi dan menentang orang-orang beriman dari jalan Allah, agar langkah kaki mereka belok menuju apa yang menjadi jalan kekufuran. Para kafir harbi ini adalah target dari jihad qital yang telah diwajibkan oleha Allah bagi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman. Dan dengan jihad qital inilah terpisah iman yang palsu dan berpura-pura saja dari iman yang benar-benar murni, karena ciri dari orang yang memiliki iman yang murni adalah kalimat: sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat). Menegakkan hukum-hukum Allah dan Rosulnya adalah bagian dari jalan Allah yang wajib dijalani oleh kaum mu'minin. Maka ketika setiap perintah dari Allah dan RosulNya telah sampai kepadanya, maka orang-orang beriman langsung menyikapi dengan ketaatan.

Begitupun ketika ketika ayat-ayat jihad dan qital diturunkan oleh Robb malikin-nas (raja penguasa manusia). Padahal Islam tidak akan pernah bisa berjaya di atas kaum-kaum manusia jika kaum muslimin meninggalkan jihad qital.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ [ القرآن / 009 التوبة #073 ]

Hai Nabi, jihadi orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam. Dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 009 At-Tawbah #073 ]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ [ القرآن / 066 التحريم #009 ]

Hai Nabi, jihadi orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam. Dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 066 At-Tahriim #009 ]

لَٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ جَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ۝ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ۝ [ القرآن / 009 التوبة #088-089 ]

Tetapi Rosul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 009 At-Tawbah #088-089 ]

Orang-orang yang merasa telah berislam dengan benar karena akhlak mereka yang lembut dan karena rasa kasih sayang yang besar serta menolak kekerasan dan peperangan di jalan Allah, sebaiknya mereka bermuhasabah dan mempelajari kembali apa itu Dinullah Islam. Jika mereka masih ingin selamat di akhirat nanti dan dimasukkan oleh Allah ke dalam Jannah yang abadi, maka taatilah ajaran Allah dan RosulNya. Karena sesungguhnya ada hikmah yang besar dibalik jihad fiy sabilillah, yaitu pembersihan/pemurnian iman dan kebinasaan orang-orang kafir.

وَلِيُمَحِّصَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَمْحَقَ ٱلْكَٰفِرِينَ۝ أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّٰبِرِينَ۝ [ القرآن / 003 آل عمران #141-142 ]

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk jannah, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 003 Aali-'Imroon #141-142 ]

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ ٱلْمُجَٰهِدِينَ مِنكُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبْلُوَا۟ أَخْبَارَكُمْ۝ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَشَآقُّوا۟ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْهُدَىٰ لَن يَضُرُّوا۟ ٱللَّهَ شَيْـًۭٔا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَٰلَهُمْ۝ ۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوٓا۟ أَعْمَٰلَكُمْ۝ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌۭ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ۝ فَلَا تَهِنُوا۟ وَتَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلسَّلْمِ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ۝ [ القرآن / 047 محمد #031-035 ]

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rosul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rosul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 047 Muhammad #031-035 ]

Itulah keterangan yang nyata dan jelas dari Allah Robb pemilik alam semesta, Robb penguasa alam dunia dan alam akhirat. Dia benar-benar menguji hamba-hambaNya dengan perintah jihad agar Dia memberi alasan yang jelas atas siapa yang akan dimasukkanNya ke dalam Jannah. Dia tidak menginginkan hamba-hambaNya yang beriman untuk bersikap lemah dan mau berdamai terhadap orang-orang yang kafir. Karena sesungguhnya perintah perang itu telah diturunkan, dan perintah itu tidak pernah dicabut lagi olehNya. Peperangan antara iman dan kufur akan terus berlangsung hingga berakhirnya alam dunia. Maka bagi hamba-hamba Allah yang beriman, sudah seharusnya menyadari dimana posisinya berdiri, apakah di jalan Allah, atau di jalan-jalan kekufuran.

Kalimat perintah kewajiban berperang memiliki kalimat yang mirip dengan kalimat perintah berpuasa, itu menandakan bahwa kewajiban berperang sama dengan kewajiban berpuasa. Ketika kondisi waktu dan keadaan telah tercapai, maka kewajiban itu harus dilaksanakan. Wahai orang-orang yang amat menyukai kelembutan dan membenci kekerasan, ketahuilah bahwa kalimatnya adalah "Kutiba alaykumul-qital", Diwajibkan atas kamu BERPERANG (QITAL). Itu adalah kalimat yang mirip dengan perintah berpuasa, "Kutiba alaykumush-shiyam". Lalu kapankah berakhirnya perintah perang ini? HINGGA ZAMAN BERAKHIR.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [ القرآن / 002 البقرة #216 ]

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 002 Al-Baqoroh #216 ]

حدثنا موسى بن إسماعيل ثنا حماد عن قتادة عن مطرف عن عمران بن حصين قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " لاتزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين على من ناوأهم حتى يقاتل آخرهم المسيح الدجال ". (صحيح) [ سنن أبي داود / كتاب الجهاد / باب في ثواب الجهاد #2484 ]

Memberitahu kami Musa Ibnu Ismail Tsana Hammad dari Qotadah dari Muthrif dari Imron bin Husayn berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sekelompok dari ummatku akan senantiasa berperang membela kebenaran dan akan mengalahkan orang yang memusuhi mereka, sehingga orang terakhir dari mereka nanti akan memerangi Dajjal". (Shohih) [ Sunan Abi Dawud Terjemah Bahasa / Kitab Jihad / Bab Pahala Jihad #2484 ]

Maka apakah kalian akan menolak peperangan di jalan Allah padahal jalan itulah yang disukai oleh Allah, walaupun kalian tidak menyukainya? Mungkin kalian akan berkata: Bagaimana nasib para korban perang? Anak-anak dan pengungsi? Ketahuilah bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah di alam akhirat, sedang di alam dunia ini hanya tipu daya permainan yang melalaikan. Peperangan hanyalah ujian, dan nyawa adalah milik Allah sedang kalian hanya dipinjamkan saja. Setiap jiwa yang hidup akan mati, baik di medan perang ataupun di tempat tidur, dan semuanya akan mendapat balasan baik atau buruk dari Allah. Sesungguhnya kita berperang karena mereka berperang juga. Kita berperang di jalan Allah, sedangkan mereka berperang di jalan thoghut. Sedang mereka yang mengungsi karena menghindari perang, apakah mereka tidak tahu akan balasan dari Allah di akhirat nanti, atau apakah mereka memang tidak mengimani balasan dari Allah di akhirat nanti? Sesungguhnya Allah memurkai mereka yang berbalik ke belakang.

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّۭا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌۭ مَّرْصُوصٌۭ [ القرآن / 061 الصف #004 ]

Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 061 Ash-Shof #004 ]

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ فَقَٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَٰنِ كَانَ ضَعِيفًا [ القرآن / 004 النساء #076 ]

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 004 An-Nisaa' #076 ]

Sungguh, mereka yang selalu menghindari berjuang dalam peperangan di jalan Allah adalah orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya, mereka terkena virus takut mati dan cinta dunia lalu menyuburkan sifat nifak. Mereka mencari-cari jalan yang menurut mereka baik, bahkan jika harus berwala dan berkarib dengan para kafirin pun mereka ridho, asal bisa sejahtera di alam dunia. Dan akhirnya mereka tenggelam dalam tasyabuh mengikuti tradisi kekufuran hingga akhirnya tanpa disadari bahwa merekapun telah kafir karena telah menjadi bagian dari kafirin. Mereka mengenakan sistem kufur dan melepaskan sistem yang telah ditetapkan Allah dan RosulNya. Tiada berguna sholat mereka, tiada berguna shiyam mereka, tiada berguna seluruh amal-amal mereka, karena wala mereka adalah yang dimurkai Allah.

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ [ القرآن / 005 المائدة #051 ]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Siapa diantara kalian berwala kepada mereka, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzhalim. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 005 Al-Maaidah #051 ]

Kembalilah kepada apa yang diridhoi Allah, dan ikutilah yang disunnahkan RosulNya. Mendekat kepadaNya bukan hanya pada saat di malam-malam hening, tetapi juga ketika desingan peluru dan dentuman ledakan silih berganti. Ingat, Jannah itu di bawah kilauan pedang. Disaat itulah ujian terbesar seorang mu'min, akankah ia taat kepada Allah lalu mengangkat senjata atau menanggalkan imannya demi keselamatan jiwanya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [ القرآن / 005 المائدة #035 ]

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 005 Al-Maaidah #035 ]

Atau hanya demi keselamatan dan kesejahteraan, kalian tetap akan mencari jalan yang diridhoi kaum kafirin dari yang diridhoi Allah? Ingatlah ancaman Allah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍۢ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍۢ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ [ القرآن / 005 المائدة #054 ]

Hai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari dinnya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 005 Al-Maaidah #054 ]

Maka janganlah kalian tidak menyukai jihad qital (perang) fiy sabilillah, karena sesungguhnya dibalik itu ada balasan Allah yang amat besar. Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya ujian, dan janganlah sampai apa yang diancamkan Allah kepada kalian.

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ [ القرآن / 009 التوبة #024 ]

Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rosul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 009 At-Tawbah #024 ]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ۝ إِلَّا تَنفِرُوا۟ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًۭٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ۝ [ القرآن / 009 التوبة #038-039 ]

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [ Al-Qur'an Terjemah Bahasa / 009 At-Tawbah #038-039 ]

bil-harb.jpg, 156 kB, 720 x 960 pixel

Bumi Allah


Kami menolak para penguasa dan kekuasaan yang enggan berhukum dengan hukum Alloh, dan mereka berkata: Jika kalian menolak silahkan keluar dari negeri ini. Tidakkah kalian punya malu? Kalian mengambil rizki, makan, minum, menghirup udara, dan bahkan buang kotoran di bumi milik Alloh. Sungguh kalian telah mengingkari kewajiban sebagai seorang muslim. Jika kalian menolak menegakkan hukum-hukum Alloh dan RosulNya, maka kami katakan: Silahkan cari bumi lain selain BUMI ALLOH.

We refuse rulers and powers who are unwilling to verdict by Allah's law, and they say: If you refuse to please come out of this country. Don't you have any shame? You take fortune, eat, drink, breathe the air, and even throw waste on Allah's earth. Really you have denied the obligation as a Muslim. If you refuse to uphold the laws of Allah and His Messenger, then we say: Please find another earth besides ALLAH'S EARTH.


bumi-allah.jpg, 123.6 kB, 1200 x 960 pixel

Belum Merdeka


Merdeka...???
Mu'min di negeri ini belum merdeka !
Tahukah apa itu kemerdekaan ???
Merdeka adalah bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Apabila tidak bisa melakukannya, berarti belum mampu.
Jika ketakmampuan itu karena tertahan, berarti ada penghambat.

Apa yang tidak bisa dilakukan mu'min di negeri ini ???
Bertawhid dengan murni tanpa ada kontaminasi racun syirik !
Bersatu dengan seluruh mu'min di muka bumi tanpa ada sekat wilayah !
Mengangkat pemimpin untuk dita'ati dari golongan orang-orang beriman !
Menegakkan kewajiban untuk berhukum pada hukum-hukum Alloh dan RosulNya !
Menegakkan kedaulatan seperti yang dicontohkan Rosulullah dan para sahabatnya !
Bacalah kembali Kitabullah, itu semua telah diwajibkan untuk kita.

Apa yang menjadi penghambat untuk menjalankannya ???
Penguasa yang selalu menghalangi orang-orang dari jalan Alloh.
Budaya-budaya klenik khurafat dan kemaksiatan yang selalu dilestarikan.
Sistem kenegaraan yang memecah-belah dan memutus persaudaraan karena iman.
Sistem yang mengijinkan hukum-hukum buatan manusia untuk mengalahkan hukum-hukum Alloh.
Sistem yang mengijinkan kaum kuffar untuk berkuasa memimpin di daerah-daerah kaum mu'minin.
Sistem yang mengajarkan generasi-generasi muda dengan pendidikan kaum kuffar.

Dan ketika kaum mu'minin telah mengangkat seorang pemimpin,
Dan Ketika kaum mu'minin telah memiliki daerah kekuasaan,
Mereka para penguasa tirani saling membantu untuk meruntuhkannya dan menghilangkannya.

Ketahuilah wahai orang-orang yang beriman...! Merekalah yang Alloh sebutkan sebagai Thoghut !!!
Dan Alloh telah memerintahkan agar kita menjauh dan memisahkan diri dari mereka.
Dan juga Alloh telah mewajibkan kita suatu kewajiban agung terhadap mereka.
Tahukah kalian apa kewajiban itu ???
Jihad Fiy Sabilillah.

Ya, Mereka adalah Thoghut ! Yang masih menjajah kita !!!


Independent...???
Mu'min in this country has not been independent !
What is independence ???
Independent is able to do what it's supposed to do.
If you can not do it, then its disable.
If the disability is because detained, then there is an inhibitor.

What can not mu'min do in this country ???
Practicing pure tawheed with no contamination of shirk poison !
Unite with all mu'min on earth without any divider !
Raising leaders to be obeyed from people of the believers !
Upholding the obligation to verdict with the laws of Allah and His Messenger !
Upholding sovereignty as exemplified by the Prophet and his Companions !
Read again Kitabullah, it all has been required for us.

What is the obstacle to doing it ???
The ruler who always prevents people from Allah's path.
The cultures of occult superstition and immorality that always preserved.
A state system that divides and breaks fraternity of faith.
The system that permits man-made laws to overcome Allah's laws.
The system that allowed the kuffar to rule in the regions of the Mu'minin.
A system that teaches younger generations with the education of the kuffar.

And when the mu'minin have appointed a leader,
And when the mu'minin already have territory,
They tyrannical rulers help each other to tear it down and eliminate it.

Know ye those who believe ...! They are what Allah calls as Thaghut !!!
And Allah has commanded us to stay away from them.
And also Allah has obliged us a great obligation to them.
Do you know what that obligation is ???
Jihad Fiy Sabilillah.

Yes, They are Thaghut! Who still colonize us !!!


belum-merdeka.jpg, 215.1 kB, 960 x 720 pixel
download: http://sites.google.com/site/ideografiles/resistan/belum-merdeka.jpg?attredirects=0&d=1

Madu-Racun


Jika seseorang menyuguhi 2 gelas air minum, yang satu dicampur madu murni, yang satunya lagi dicampur madu dan racun. Gelas manakah yang akan diminum?

Iman dapat diibaratkan sebagai madu karena yang meneguknya akan mendapat banyak manfaat kebaikan. Lalu manfaat iman menjelma menjadi amal-amal sholeh, maka kebaikan itu akan diganjar Alloh dengan Jannah. Sedang kufur dapat diibaratkan sebagai racun karena yang meneguknya akan mendapat banyak masalah keburukan. Lalu berbagai masalah itu akan menjadi amal-amal maksiat, maka keburukan itu akan diganjar Alloh dengan Neraka. Iman jelas kebaikannya, kufur jelas keburukannya, tetapi bagaimana jika mencampur keimanan dengan kekufuran? Jawabannya sederhana, campurkanlah madu dengan racun bersama-sama lalu minumlah.

Sumber keimanan adalah hidayah Alloh. Jika diterima dan dita'ati, maka iman akan tumbuh berkembang menjadi besar dan kuat. Buah-buah keimanan adalah amal-amal sholeh, baik itu berupa: ritual ibadah seperti sholat dan dzikir, ta'at dan jujur dalam berpuasa, ikhlas membayar zakat, akhlaqul-karimah, menjalin silaturrohim dengan saudara-saudara seiman, berbakti kepada orangtua, hingga puncaknya adalah istiqomah berjuang di jalan Alloh. Semoga amal-amal sholeh itu diterima Alloh dan diberi balasan berupa kehidupan di Jannah yang abadi.

Sumber kekufuran adalah pengingkaran, penolakan, perlawanan, atas hidayah Alloh. Jika dilanjutkan, maka akan tumbuh berkembang menjadi besar dan kuat. Buah-buah kekufuran adalah amal-amal maksiat, baik itu berupa: lalai dan jauh dari perintah Alloh dan RosulNya, mengajak orang-orang agar jauh dari jalan Alloh, menstigma buruk ajaran-ajaran Alloh dan RosulNya, hingga menjadi thowaghut, yaitu penghalang dan penentang orang-orang yang berjalan di jalan Alloh. Amal-amal maksiat tidak akan pernah diterima oleh Alloh walau dilakukan dengan cara paling indah dilihat mata didengar telinga. Tentu ganjaran dariNya adalah kehidupan di dalam Neraka, sedangkan kafir dan musyrik serta munafik kekal abadi di dalamnya.

Alloh memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman agar tidak mencampur-aduk antara yang haq dengan yang bathil, dan agar tidak menyembunyikan yang haq.

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ [ القرآن / 002 البقرة #042 ]

Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 002 Al-Baqoroh #042 ]

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ [ القرآن / 006 الأنعام #082 ]

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kedzholiman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 006 Al-An'aam #082 ]

Dan orang-orang yang beriman secara murni/hanif tanpa mencampur-baur yang haq dengan yang bathil, diperintahkan agar berislam secara menyeluruh, dan menjauhi langkah-langkah/cara-cara syaithon. Hal tersebut sering juga disebut dengan al-wala' wal-baro', berpihak kepada islam din Alloh dan RosulNya beserta para pengusungnya, lalu menjauh dari syaithon dan wali-walinya disertai membenci dan memeranginya sebagai musuh.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ [ القرآن / 002 البقرة #208 ]

O you who have believed, enter into Islam completely [and perfectly] and do not follow the footsteps of Shaitan. Indeed, he is to you a clear enemy. [ Al-Qurân English Translation / 002 Al-Baqarah #208 ]

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithon. Sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagimu. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 002 Al-Baqoroh #208 ]

Wala' dan Baro' telah menjadi bagian pondasi tawhid untuk menjaga iman sejak dahulu dan diteladani oleh Rosululloh Ibrohim, sebagaimana Alloh firmankan:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن شَيْءٍ ۖ رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ [ القرآن / 060 الممتحنة #004 ]

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja". Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu, dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Alloh". (Ibrahim berkata): "Ya Robb kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali". [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 060 Al-Mumtahanah #004 ]

Agar jelas mu'min bersikap berpihak/pro (wala') kepada siapa dan berlepas/kontra (baro') kepada siapa, maka wajib diketahui yang manakah sumber-sumber iman (madu), dan yang mana sumber-sumber kufur (racun). Dan perlu diketahui juga jalan-jalan yang akan memperkuat iman dan yang melemahkannya, juga jalan-jalan kekufuran yang bisa menyeret seseorang menjadi kafir baik disengaja ataupun tidak disengaja.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ  [ القرآن / 024 النور #051 ]

Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Alloh dan Rosul-Nya agar Rosul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: "Kami mendengar, dan kami ta'at". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 024 An-Nuur #051 ]

Iman berasal dari hidayah Alloh yang kemudian diikuti dengan sikap sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami ta'at), lalu dijaga dengan pagar-pagar taqwa dan dihiasi amal-amal sholeh. Agar iman itu bertambah kokoh, maka masuklah ke dalam jama'ah orang-orang yang beriman dan saling bersaudara karena iman, karena Alloh melarang orang-orang yang beriman untuk bercerai-berai.

Alloh memerintahkan jama'ah mu'minin hanya untuk berpegang kepada dinNya, bukan kepada din-din yang lain. Karena berpegang kepada din yang lain hanya akan mencerai-beraikan barisan jama'ah. Din Alloh tidak boleh dicampur-aduk dengan din-din lain karena hal itu adalah kezholiman yang besar (syirik).

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [ القرآن / 006 الأنعام #153 ]

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Alloh agar kamu bertakwa. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 006 Al-An'aam #153 ]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ۝ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ۝ وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۝ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ۝ [ القرآن / 003 آل عمران #102-106 ]

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (din) Alloh, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Alloh, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 003 Aali-'Imroon #102-106 ]

Kufur berasal dari bisikan-bisikan syaithon, baik syaithon yang berupa jin maupun syaithon berupa manusia, yang kemudian diperkuat dengan sikap sombong (dari mengakui kelemahan dan kebodohan dirinya), angkuh (pada yang berpihak di sisi Alloh, RosulNya dan kaum mu'minin), dan ingkar (bahwa ajaran islam adalah kebenaran), lalu mencari jalan-jalan lain selain yang telah ditunjukkan oleh Alloh dan yang dicontohkan Rosulullah. Klimaksnya kufur akan membawa seseorang berada di posisi barisan musuh-musuh Alloh yang wajib diperangi orang-orang beriman.

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ [ القرآن / 003 آل عمران #032 ]

Katakanlah: "Ta'atilah Alloh dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang kafir". [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 003 Aali-'Imroon #032 ]

Perbuatan kufur dari orang-orang kafir hanya akan mengundang murka Alloh, baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya akibat perbuatan kufur mereka hanya akan membuat kerugian bagi diri mereka sendiri, dan juga kerusakannya menimpa diri mereka sendiri.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ ۝ وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ ۝ إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ۝ هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا ۝ قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِّنْهُ ۚ بَلْ إِن يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُم بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا ۝ [ القرآن / 035 فاطر #036-040 ]

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Robb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang sholeh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzholim seorang penolongpun. Sesungguhnya Alloh mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Robbnya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. Katakanlah: "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Alloh. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang dzholim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka". [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 035 Faathir #036-040 ]

Di masa nabawi, bentuk kekufuran yang terbesar adalah menyekutukan Alloh dalam hal pemujaan, tempat meminta, dan kepercayaan akan keagungan. Kerusakan itu menimpa mereka sendiri yang akibatnya adalah menjadikan mereka sebagai manusia-manusia yang diliputi kebodohan. Kekufuran lebih parah terjadi di masa sekarang ini, syirik di masa lalu masih berlaku dan dilestarikan, bahkan ditambah dengan syirik-syirik lainnya yang lebih merusak. Diantaranya adalah mengambil hukum buatan manusia dan meninggalkan hukum dari Alloh, perbuatan itu bukan hanya menyekutukan tetapi justru membuang hukum-hukum Alloh bagai sampah, sungguh perbuatan dzholim yang amat parah. Diantaranya lagi adalah bentuk pembelaan kepada orang-orang yang mengingkari Alloh dengan dasar kebangsaan/nasionalisme, dan meninggalkan orang-orang yang beriman. Perbuatan dzholim yang dilakukan adalah ketika orang-orang mu'min berjuang membela kalimat-kalimat Robbnya, justru para pembela musuh Alloh itu memerangi orang-orang mu'min. Walaupun mereka mengaku sebagai muslim tetapi sesungguhnya mereka telah berbuat kufur.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا ۝ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَن يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا ۝ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا ۝ [ القرآن / 004 النساء #059-061 ]

Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Alloh dan ta'atilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu (orang-orang yang beriman). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al-Qur'an) dan Rasul (As-Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada apa yang telah Alloh turunkan (Al-Qur'an) dan kepada Rosul (As-Sunnah)", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 004 An-Nisaa' #059-061 ]

Semenjak masa Rosulullah Musa dan Rosulullah Isa Ibnu Maryam, Alloh telah menetapkan bahwa orang-orang yang beriman haruslah memutuskan perkara sesuai dengan yang telah Alloh tetapkan. Jika tidak, maka mereka adalah orang-orang yang kafir, dzholim, dan fasik. Begitupun kepada ummat Rosulullah Muhammad, kewajiban mereka dalam memutuskan perkara sama dengan ummat-ummat terdahulu, yaitu memutuskan dengan apa yang telah diperintahkan Alloh. Jika tidak, mereka pun sama dengan orang-orang yang kafir, dzholim, dan fasik.

إِنَّا أَنزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِن كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ ۝ وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنفَ بِالْأَنفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهُ ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ۝ وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ ۝ وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنجِيلِ بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ۝ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ۝ وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ ۝ أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ ۝ [ القرآن / 005 المائدة #044-050 ]

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Tawrat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Alloh, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Alloh dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At-Tawrat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qishaashnya. Siapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzholim. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Tawrat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Tawrat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Alloh didalamnya. Siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allph, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Alloh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Alloh menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Alloh hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allph-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Alloh, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Alloh kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Alloh), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Alloh bagi orang-orang yang yakin? [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 005 Al-Maaidah #044-050 ]

Begitulah apa yang telah ditetapkan bagi orang-orang yang beriman. Adapun sistem demokrasi tidak sesuai dengan syariat din Islam. Hukum-hukum Alloh adalah kewajiban dan tidak bisa digugurkan kewajibannya, sedangkan sistem demokrasi mengijinkan pengguguran itu jika tidak mendapat suara terbanyak.

Alloh telah mengancam Jahannam kepada orang-orang yang lebih berpihak kepada orang-orang kafir dari pada kepada orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang bersedia duduk bersama dengan orang-orang kafir selama mereka menunjukkan kekufurannya.

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ۝ الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۝ وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ۝ [ القرآن / 004 النساء #138-140 ]

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Alloh. Dan sungguh Alloh telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Alloh diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 004 An-Nisaa' #138-140 ]

Tidak ada keta'atan pada orang-orang kafir dan sistem-sistem kufur, walaupun mereka adalah penguasa-penguasa di tempat orang-orang beriman dan sistemnya meliputi setiap sendi kehidupan. Alloh adalah pelindung orang-orang beriman dan sebaik-baik penolong, terutama dalam berurusan dengan orang-orang kafir.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ ۝ بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ ۝ [ القرآن / 003 آل عمران #149-150 ]

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Alloh), Allohlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 003 Aali-'Imroon #149-150 ]

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا [ القرآن / 025 الفرقان #052 ]

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengannya jihad yang besar. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 025 Al-Furqoon #052 ]

Telah menjadi kewajiban pada orang-orang yang beriman agar menjalankan perintah-perintah dari Robbnya. Sedangkan orang-orang kafir selalu berusaha menghalangi dan merusak agar jalan itu agar tidak dilewati oleh para hamba-hamba Alloh. Maka Alloh memerintahkan untuk berjihad melawan mereka hingga fitnah itu hilang dan din itu semata-mata untuk Alloh.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ [ القرآن / 008 الأنفال #036 ]

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Alloh. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 008 Al-Anfaal #036 ]

Permusuhan antara mu'minin dan kafirin akan selalu terjadi, karena antara yang haq dan yang bathil tidak akan pernah bisa bersatu, sebagaimana seperti iman dan kufur tidak akan menjadi manfaat jika bercampur. Oleh karena itu tidak pernah ada satu ayatpun dalam Al-Qur'an yang membatalkan/menghentikan kewajiban dalam berjihad melawan kekufuran. Rosululloh telah mengkhabarkan bahwa jihad menegakkan Dinullah akan selalu ada hingga mu'min terakhir di akhir zaman memerangi Dajjal.

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمْ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ [ سنن أبي داود #2484 ]

Dari Imran bin Hushain, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sekelompok dari ummatku akan senantiasa berjuang membela kebenaran dan akan mengalahkan orang yang memusuhi mereka, sehingga orang terakhir dari mereka nanti akan memerangi Dajjal". [ Sunan Abu Dawud Terjemah Bahasa #2484 ]

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ ۝ وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ۝ وَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ ۝ [ القرآن / 008 الأنفال #038-040 ]

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Alloh akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Alloh terhadap) orang-orang dahulu". Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya din itu semata-mata untuk Alloh. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Alloh Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Alloh Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 008 Al-Anfaal #038-040 ]

Alloh telah memerintahkan agar orang-orang beriman memerangi orang-orang kafir, agar fitnah dari kaum kafir hilang dan din itu semata-mata hanya untuk Alloh saja. Janganlah hanya karena berbagai kenikmatan hidup di dunia melalaikan mu'min dari berjuang di jalan Alloh, yang justru memancing murka dariNya, dan menggantikan dengan kaum lain yang Alloh lebih sukai karena mau berjihad.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ ۝ إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [ القرآن / 009 التوبة #038-039 ]

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Alloh" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Alloh menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 009 At-Tawbah #038-039 ]

Maha benar segala yang datang dari Alloh dan RosulNya. Demikianlah Alloh memberikan petunjuk dan keterangan-keterangan melalui ayat-ayatNya, bagi hamba-hambaNya yang sedang menjalani kehidupan duniawi yang sementara. Terimalah ia sebagai hidayah, atau ...

مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا ... [ القرآن / 040 غافر #004 ]

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Alloh, kecuali orang-orang yang kafir ... [ Al-Qurân Terjemah Bahasa / 040 Ghoofir #004 ]


madu-racun.jpg, 145.7 kB, 960 x 640 pixel